![]() |
| Gambar ini diculik dari sini |
Tak jelas berasal dari mana kata ini muncul. Ia tiba-tiba datang dan menyebar seperti layaknya virus. Kata ini dapat disetarakan dengan “ikut campur”, “mau tahu”, atau “mengurusi yang bukan urusannya”.
Boleh jadi merupakan ekses dari dari tayangan infotainment dan masyarakat pra baca-tulis yang menyukai gosip.
“Kepo” adalah sisa peninggalan masyarakat kolektif yang menuju individualistis. “Kepo” akan menjadi konstruktif apabila digunakan untuk kepentingan kemaslahatan manusia dan lingkungan.
Terkadang "Kepo-ers" (subjek : pelaku kepo) mampu menjadi pahlawan tatkala dirinya mengendus adanya ketidakberesan ditengah-tengah gelora apatis.
Namun seringkali, justru "Kepoers" acapkali menjadi "duri dalam daging" ketika isu yang dilontarkannya kurang mendapat tanggapan manis dari orang sekitar.

Komentar
Posting Komentar
Silahkan tinggalkan jejak berupa komentar. Tetapi ingat, hargai pengunjung lain dengan sopan dalam berkomentar.